Sabtu, 03 September 2011

Mahasiswa sebagai Penggerak Perubahan Bangsa Berlandaskan Pancasila dan Bhineka Tunggal ika

Ini tugas pas technikal meeting sebelum P2K alis ospek di FKM UNSRI....
Semoga tulisan ini bermanfaat ^^

*Diambil dari beberapa referensi (Tapi lebih banyak hasil pemikiran sendiri loooh!!)

Mahasiswa sebagai Penggerak Perubahan Bangsa Berlandaskan Pancasila dan Bhineka Tunggal ika

Bila kita mengaitkan antara mahasiswa dan bangsa, tentunya kita akan terfikir tentang perubahan. Mahasiswa dan perubahan adalah dua hal yang memang tidak bisa dipisahkan,dan telah menjadi pencitraan dari jiwa para mahasiswa.
Mahasiswa dikenal sebagai kaum intelektualitas muda, tumpuan harapan untuk perubahan dalam berbagai bidang. Tugasnyalah melaksanakan dan merealisasikan perubahan ke arah yang lebih baik, sehingga kemajuan di dalam bangsa bisa tercapai.
Sejarah dan bukti mencatat peran serta mahasiswa. Pada zaman penjajahan kita mengenal organisasi mahasiswa Budi Utomo, Budi Utomo adalah bukti nyata perubahan yang dipelopori oleh kaum mahasiswa zaman itu. Belum lagi ketika zaman orde baru. Mahasiswalah yang berperan menjadi garda terdepan didalam gerakan perjuangan  menuntut reformasi perubahan untuk mengganti rezim orde baru. Munculnya korupsi, kolusi, dan nepotisme serta tidak keberpihakan pemerintah saat itu kepada rakyat,mengakibatkan presiden yang sedang berkuasa dipaksa turun dari kursi kekuasaan yang telah digenggamnya selama hampir 32 tahun.Dua contoh itu merupakan sedikit bukti, kontribusi, eksistensi, dan peran serta mahasiswa dalam menjalankan peran sebagai penggerak lahirnya perubahan.
Dalam hal melakukan perubahan, ideologi dan dasar filsafat adalah aspek yang penting. Berideologikan pancasila dan berfilsafatkan bhineka tunggal ika itulah landasan dalam menjalankan perannya dalam NKRI. Pancasila dijadikan ideologi karena pancasila memiliki nilai-nilai mendasar dan rasional. Pancasila telah teruji kokoh dan kuat sebagai dasar dalam mengatur kehidupan bernegara. Pancasila pula lah yang menjadi pembeda Negara Indonesia dengan negara lain di dunia.
Dan peran serta filsafat bhineka tunggal ika diterapkan dalam menghimpun kekuatan dan persatuan dalam setiap pergerakan yang dilakukan. Mahasiswa harus bersatu sebagai bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keanekaragaman bahasa, agama, etnis dan bahkan perbedaan rasial, merupakan kekayaan dan bukan penghalang. Dan di tengah keanekaan itu, telah terselipkan  tekad bersatu seperti tercermin dalam sila ketiga Pancasila, yaitu “Persatuan Indonesia”. Berbaur dalam keragaman, “bhinneka tunggal ika” sesuai bermaknanya yakni berbeda-beda tetapi tetap satu.
Saat ini situasi negara kurang stabil, dengan banyak terjadinya bencana, konflik kepentingan, degradasi moral dan terorisme, Kita menuntut perubahan tatanan kehidupan yang lebih baik melalui revolusi. Tapi revolusi dengan paradigma yang berbeda dengan zaman sebelum revolusi.
Kita butuh perubahan tanpa kekerasan. Perubahan yang cerdas. Sesuai dengan sandangan mahasiswa sebagai kaum muda yang berintelek. Dengan sikapnya yang kritis dan pemikirannya yang logis diharapkan membawa perubahan yang hakiki bagi negri, dengan tetap mementingkan pancasila yang hakekatnya merupakan landasan yang ideal dalam kehidupan bernegara. Serta terpacu dengan makna bhineka tunggal ika untuk menyatukan perbedaan menjadi persamaan. Mahasiswa adalah penggerak perubahan bangsa. Dan akan tetap menjadi stabilisator, dinamisator, kreator dan inovator perubahan negeri ke arah yang lebih baik.

Kepada para mahasiswa
 yang merindukan kejayaan.
Kepada rakyat yang kebingungan
 di persimpangan jalan.
Kepada pewaris peradaban yang telah menggoreskan,
sebuah catatan kebanggaan dilembar sejarah manusia.
Wahai kalian yang rindu kemenangan.
Wahai kalian yang turun kejalan.
Demi mempersembahkan jiwa dan raga untuk negeri tercinta.
HIDUP MAHASISWA!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar